PELANDUK DAN PEMUDA
Pada zaman dahulu ada seorang pemuda pergi menjerat. Si Pemuda membuat banyak jerat. Apabila Si Pemuda sudah siap membuatnya, dia memasang jeratjerat itu dan pulang ke rumah.
Padakeesokannya, sebelum siang, Si Pemudaberjalan pergi melihat jeratnya. Apabila dia sampai di sana, dilihatnya tidak ada binatang yang masuk ke jerat yang dipasangnya di tepi jalan. Tetapi jerat yang di tengah ada seekor pelanduk terjerat. Lalu Si Pemuda mengambil pelanduk itu. Ia belum mati. Si Pemuda cuba melipat kaki pelanduk itu, tetapi Si Pelanduk berkata, "Eh Pemuda, saya tidak mati kalau begitu. Jangan lipat kaki saya begitu, lipatlah begini, barulah saya mati," dan dia membalikkan kakinya. dadi Si Pemuda pun membalikkan kaki Si Pelanduk. Si Pelanduk pun pura-pura mati. Pada sangkaan Si Pemuda itu, Si Pelanduk betul-betul sudah mati. Sesudah dibalikkannya kaki Si Pelanduk, dimasukkan ke dalam bakulnya.
Oleh kerana masih banyak jerat yang belum
dilihatoya, Si Pemuda meninggalkan bakulnyabersama-sama dengan Si Pelanduk di tempat itu
lalu berjalan pergi melihat jeratberatnya yang lain. Apa lagi, mudah saja Si Pelanduk
melarikan diri. Tidak ada lagi yang masuk di jeratjeratnya selain daripada Si
Pelanduk.
Waktu Si Pemuda kembali ke tempat dia meninggalkan Si Pelanduk tadi didapatinya Si
Pelanduk sudah lari. Oleh itu tidak ada apa-apa yang dibawa pulang oleh Si Pemuda sebab Si
Pelanduk sudah lari.
Cerita Dongeng Kadazan
Labuk-Kinabatangan,
Jabatan Muzium Sabah, 1979, m/s 24